The Last Flight (revision)

 “FLIGHT ATTENDANT”

“Ya itulah cita-citaku. Itulah cita-cita yang akanku kejar pada hari ini dan seterusnya, sampai aku bisa menggapainya. Karena jika aku dapat menggapai cita-citaku, itu adalah suatu kebanggaanku tersendiri bagiku. Salah satu usaha untuk dapat meraih mimpiku adalah, belajar bahasa Inggris dengan baik, karena bahasa inggris merupakan salah satu persyaratan untuk menjadi seorang pramugari. Maka dari itu, aku akan belajar dari sekarang untuk bisa menggapai cita-citaku kelak. Karena untuk menggapainya tidaklah mudah, membutuhkan waktu serta proses yang lama.”

Itulah kata-kata Niccae, atau yang akrab dipanggil dengan Ccae sewaktu duduk dibangku kelas 2 Sekolah Menengah Pertama. Dan alhamdulillah, akhirnya sekarang Ccae berhasil menjadi Pramugari di maskapai ternama di negerinya yaitu . Ccae sangat bangga pada dirinya, terharu dan banyak kata-kata yang tak dapat diungkapkannya. Ccae tak menyangka jika dirinya akan lulus di maskapai tersebut, karena jujur saja seleksi di maskapai tersebut sangatlah ketat, dan subjektif. Karena yang mendaftar bukanlah dari kota Jakarta saja tapi dari luar kota juga. Bahkan hampir mencapai ribuan orang yang ingin mendaftar di maskapai tersebut. Tak henti-hentinya Ccae mengucapkan syukur pada Allah SWT dan kedua orangtua-nya. Berkat ridho orangtua dan Allah lah Ccae dapat lolos dan berhasil di maskapai tersebut.

MASA TRAINING

Kini Ccae telah menyandang status sebagai “Siswi” di maskapai tersebut. Karena, setelah Ccae sudah lulus dari tahap penseleksian, tahap selanjutnya adalah training yang dilakukan selama 3-6 bulan. Di training ini Ccae diajarkan bagaimana cara berjalan, berpakaian, tata kramah. Tapi yang paling penting adalah tentang Safety Flight. Sebagai siswi pramugari, Ccae mendapatkan banyak pengalaman baru, teman-teman baru, suasana baru, dan semua yang serba baru, hehe.. Yaa maklum saja karena Ccae baru mengawali karirnya di bidang penerbangan ini khususnya pramugari, semenjak Ccae dinyatakan LULUS saat tahap test penseleksian oleh maskapainya.

Sejujurnya, Ccae mengalami sedikit kesusahan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Dari mulai berjalan, berpakaian, penampilan, tata kramah, tata bahasa, dan masih banyak yang lainnya. Tapi Ccae yakin, lama kelamaan Ccae akan terbiasa dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya itu. Mungkin karena Ccae masih baru di tempat itu, dan masih baru pula untuk dapat berpenampilan feminine.

FLIGHT TEST

Masa training Ccae sebentar lagi akan segera berakhir, maka sebentar lagi pula Ccae akan melaksanakan flight test, yaitu test yang dilakukan pada pesawat dan penumpang yang sungguhan. Tentunya akan banyak ditemani senior-senior di pesawat-nya nanti. Ccae telah menyiapkan semuanya dari jauh-jauh hari, dan ia telah siap untuk test tersebut.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, hari ini Ccae akan melaksanakan flight test tujuan CGK-SOC-DPS-CGK. Awalnya Ccae sedikit gugup dan ragu-ragu, Ccae takut akan terjadi kesalahan pada flight testnya hari ini. Tapi senior pramugarinya berkata “udah jalani aja semua sesuai training yang waktu itu yang kamu lakuin, jangan gugup, anggap aja ini semua lagi di training. Dan jangan lupa berdoa yaa”. Ccae mengangguk faham dan berkata terimakasih. Inilah kali pertamanya Ccae melakukan take-off dengan menyandang status sebagai “siswi pramugari”.

 

PENYEMATAN WING

Hari ini adalah, hari dimana Ccae dan teman-teman seangkatan nya (batch 13) tunggu-tunggu, yaitu penyematan wing. Setelah masa training mereka berakhir, dan Ccae dinyatakan lulus dalam flight testnya seminggu yang lalu, maka berakhir pula statusnya sebagai siswi pramugari. Di dalam aula pertemuan, Ccae dan teman-temannya berkumpul untuk upacara penyematan wing dan pelepasan siswi-siswi pramugari batch 13. Ccae menitikan airmata terharu, karena hari ini adalah hari dimana Ccae menyandang status barunya sebagai seorang PRAMUGARI.

Ccae         : Teman-teman…. Kita udah lulus. Kita udah jadi pramugari beneran.. (sambil menitikan airmata)

Avi            : Iya ccae, benar.

Kita udah jadi pramugari beneran. Congrats for all.. I hope we can be professionalism cabin crew..

Batch 13   : Amin.. We hope too”

Mereka semua saling berpelukan dan menangis terharu karena perjuangan mereka untuk menjadi pramugari telah berhasil. Tak lupa mereka berfoto-foto ria, untuk menjadi kenang-kenangan.

Setelah acara selesai, Ccae pulang kerumah. Sesampainya di rumah, Ccae langsung mencari ibunya dan memeluknya, Ccae menitikan airmata bahagia. Sungguh ini adalah hal yang terindah yang pernah Allah berikan untuknya. Continue reading

Advertisements

Theme Song of GA

Garuda Theme Song!

I love with this song, because if I hear this song, always be raise my passion for my spirit to pursue my dream as a Flight Attendant of Garuda Indonesia. okay, here’s a lyric..

Soar into the sky
open your wings fly around the world
show the flag for all the sea
show them who we really are
let the whole world see
fly away
Garuda Indonesia,
hand in hand we feel the pride
we cherish deep in our hearts
Garuda Indonesia,
I will stand by you for country and for all
Striving to maintain the confidence
that we’ve truly earn for all from all of those
who are our friends Garuda Indonesia
when we join as one
We will fly!
Garuda Indonesia
hand in hand we feel the pride,
we cherish deep in our hearts
I will stand by you for country and for all
Indonesia..
Garuda Indonesia
hand in hand we feel the pride,
we cherish deep in our hearts
Garuda Indonesia
I will stand by you for country and for all
I will stand by you for country and for all.

don’t forget to watch this video. I love my airlines♥

http://www.youtube.com/watch?v=PuO3NFr9G0E

Consequence from My Dream

Please don’t judge my dream. You not know about my dream consequence! Save many people in the airplane, and then save myself. We’re always beside of you, if you need our help. You (Pax) always can see our smile for you. We’re always make you comfortable with your journey in our airlines. We will always understanding with your wants. If you want something, you can call me “mba.. bisa bantu ngga?” or “mba.. tolongin dong”, and then we will come for you. But, why you judge my dream? You just call me with “pembantu” in the airplane. Hey, you’re never understanding with our problem, with our sadness. You just know with our smile, our friendly. What do you know about our missing? for our parents, our sister or brother, and our lovely (boyf). So please don’t judge my dream okay! I believe, you’re always need our help. So, please respect our. Thank you for your attentions 🙂

♥ I Believe I Can Fly – R. Kelly ♥

I used to think that I could not go on
And life was nothing but an awful song
But now I know the meaning of true love
I’m leaning on the everlasting arms

If I can see it, then I can do it
If I just believe it, there’s nothing to it

I believe I can fly
I believe I can touch the sky
I think about it every night and day
Spread my wings and fly away
I believe I can soar
I see me running through that open door
I believe I can fly
I believe I can fly
I believe I can fly

See I was on the verge of breaking down
Sometimes silence can seem so loud
There are miracles in life I must achieve
But first I know it starts inside of me, oh

If I can see it, then I can be it
If I just believe it, there’s nothing to it

[Chorus]

Hey, cause I believe in me, oh

If I can see it, then I can be it
If I just believe it, there’s nothing to it

[Chorus]

Hey, if I just spread my wings
I can fly
I can fly
I can fly, hey
If I just spread my wings
I can fly
Fly-eye-eye

Bahaya Yang Mengintai Saat Pesawat Take-off & Landing!


Tabrakan Dengan Kendaraan

Kendaraan yang lalu lalang di bandara harus minta ijin terlebih dahulu kepada pengatur lalu lintas didarat. Namun kadangkala sering mengabaikan dan dapat berakibat fatal.

Seperti yang terjadi pada Flight 006 Singapore Airlines tahun 2000 di Bandara Internasional Chiang Kai-Shek, Taiwan. Pilot salah mengintrepretasikan arahan dari ATC dan nyasar ke landasan pacu yang masih dibangun dan menabrak kendaraan konstruksi.
Tabrakan Dengan Pesawat
Ada kemungkinan besar resiko ini terjadi di bandara yang padat lalu lintasnya.
Siapapun tidak ingin mengalaminya tapi berbicara kemungkinan selalu mungkin terjadi. Salah satu insiden yang nyaris fatal adalah pada tanggal 11 September 1990 di Bandara Sydney dimana sebuah pesawat B747 Qantas yang sedang ditarik melintas landasan dilompati oleh sebuah B747 Cathay Pasific yang sedang takeoff. Pesawat Cathay yang memuat 263 penumpang berhasil menghindari dengan jarak 70 meter saja !
Genangan Air Di Landasan
Pesawat saat take off, genangan air akan menghambat jalannya roda sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai kecepatan yang dibutuhkan untuk terbang. Yang lebih buruk jika cipratan air masuk ke dalam mesin pesawat dalam jumlah banyak dan dapat menyebabkan mesin mati.
Sedangkan saat landing akan menciptakan bahaya hidroplanning, roda pesawat mengambang dipermukaan air dan sulit direm. Akibatnya pesawat dapat overshoot atau tergelincir.
Daya Penglihatan Yang Buruk (Low Visibility)
Bisa diakibatkan oleh cuaca, kabut, dan sebagainya. Berbahaya karena penerbang tidak dapat melihat jika ada sesuatu dilandasan (runway incursion).
Sementara untuk landing, penerbang harus melakukan divert ke bandara lain. Jangan memaksakan diri dengan terbang instrumen jika bandara tidak memiliki peralatan yang cukup memadai. Untuk bandara perintis dengan cuaca yang sering berubah-ubah dan berkabut dengan topografi yang membahayakan seperti di Papua misalnya, ada peraturan ketat “No See No Fly” agar keselamatan penerbangan tetap terjaga.
Angin Dari Samping Yang Cukup Keras
Bagi pesawat besar mungkin tidak terlalu berpengaruh dalam mempertahankan arah baik take off atau landing. Tapi jangan diabaikan karena angin yang cukup kuat akan mendorong salah satu sayap menyentuh landasan.
Ban Pecah
Seperti pada mobil, ban pecah akan sangat berbahaya karena ada kecendrungan untuk lari menyamping kearah ban yang pecah. Pecahan ban pun bisa membahayakan pesawat seperti yang terjadi pada tragedi Air French, Concorde tahun 2000 yang sekaligus menamatkan karir pesawat ini.
Saat landing sebisa mungkin penerbang mendarat dengan kecepatan yang sesuai prosedur dan memperlambat pesawat dengan peralatan air brake ataupun thrust reverser.
Bird Strike
Patut diingat bahwa take off dan landing adalah situasi kritis bahkan bahaya sekecil apapun berakibat fatal.
Tahun 1995, pesawat E-3 Sentry AU Amerika jatuh sesaat setelah take off dari Elmendorf, Anchorage, Alaska. Penyelidikan menunjukan ada ceceran bangkai angsa disekitar landasan tempat kecelakaan. Terbukti bahwa ancaman ini fatal akibatnya dan sanggup menjatuhkan pesawat sebesar sang radar terbang Boeing B707 tersebut.
Engine Failure
Point paling penting dalam crew briefing sehingga seluruh awak pesawat selalu waspada dalam menghadapi keadaan terburuk. Jika saat take off terjadi pada kecepatan V1, membatalkan maupun meneruskan take off mempunyai tingkat bahaya yang kurang lebih sama.
Temperature Inversion
Adalah perubahan temperatur/suhu secara kebalikan. Suhu akan bertambah dingin atau setidaknya sama pada ketinggian 500-1000 kaki. Di Timur Tengah saat musim panas sering terjadi kebalikannya. Sekitar 35 derajat di landasan dan 40 derajat pada ketinggian 1000 kaki.
Sangat berbahaya karena berpengaruh pada performa mesin yang turun drastis. Kejadian ini sulit dideteksi oleh peralatan maupun peralatan meterologi. Penerbang yang mengalaminya harus segera memberitahukan ATC agar dapat mengingatkan pesawat berikutnya yang akan take off ataupun landing.
Wind Shear & Microbust
Wind Shear adalah angin yang berubah secara tiba-tiba. Paling berbahaya jika terjadi perubahan 180 derajat. Angin dari arah depan mendadak berubah arah menjadi dari arah belakang mengakibatkan pesawat kehilangan gaya angkat secara tiba-tiba.
Sedangkan microbust diakibatkan dari Awan Comulunimbus (Cb) yang musuh utama penerbang dan siapapun akan berusaha menghindari. Karena jika terjadi downdraft yang disebabkan microbust, tak ada ampun pesawat sebesar apapun mampu dibanting sampai jatuh.
Kecelakaan tanggal 9 Juli 1982 yang menimpa PANAM bisa menjadi contoh dahsyatnya kombinasi windshear dan microbust. Pesawat B727 berpenumpang 141 orang kehilangan gaya angkat, dibanting dan jatuh setelah take off dari Bandara Moisant, New Orleans. Otoritas penerbangan Amerika, FAA (Federal Aviation Administration) menaruh perhatian besar pada masalah ini sejak tahun 1960, sekitar 500 pesawat celaka atau nyaris celaka dengan pola yang hampir sama, dihempaskan baik saat take off maupun landing.
Fenomena yang kasat mata ini dan berlangsung singkat (rata-rata 10 menit) sulit dilacak. Pada dekade 90-an dipasang peralatan Low Level Windshear Alert System yang mampu memberikan peringatan dua menit sebelum microbust itu muncul

Wind Turbulence

Merupakan fenomena yang diakibatkan oleh wing tips vortec. Aliran angin dari ujung sayap melingkar dan makin membesar kebawah. Lintasan yang dilalui pesawat akan menghasilkan wind turbulence yang membahayakan pesawat dibelakangnya.Beberapa prosedur take off dan landing untuk menghadapi wind turbulence ini memang dipelajari oleh setiap penerbang. Pihak ATC juga dapat membantu dengan memberikan jeda setidaknya 5 menit baik take off maupun landing agar wind turbulence menghilang.

Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/1911296-bahaya-yang-mengintai-pesawat-terbang/#ixzz1RLeq1oLO

10 Kesalahan Penumpang

Seringkali calon penumpang pesawat dihinggapi kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya kecelakaan. Sayangnya kekhawatiran itu tidak membuat penumpang lebih bijak dalam berfikir dan bertindak.

Dibawah ini tercantum 10 kesalahan yang umum dilakukan penumpang. Meskipun hanya 10, bukan tidak mungkin masih banyak lagi kesalahan sepele yang dilakukan penumpang namun bisa membahayakan. Mungkin dengan berkaca pada kesalahan-kesalahan berikut, Sahabat bisa mengidentifikasi kesalahan lainnya. Continue reading